- Diposting oleh SantriGamer
- pada tanggal
Sherlock Holmes di Dunia Nyata
![]() |
| Src: google.com |
Kali ini adalah hasil terjemahan penulis dari pengamatan yang penulis lakukan bertahun-tahun. Tentu pengamatan ini adalah pengamatan dasar atau umum yang biasa semua orang lakukan.
Sherlock Holmes didunia nyata bukan berarti seseorang yang mahir dalam memecahkan kasus kriminal saja, tapi cakupan yang lebih luas.
1. Sarjana / mahasiswa
Ini adalah kategori paling mudah yang dapat penulis ketahui, tentu tidak semua sarjana dan mahasiswa. Dalam hal ini, mereka harus sadar (bukan paham). Dalam penulisan skripsi, atau makalah yang dibuat dengan gaya piramida terbalik. Dari hal yang umum menuju ke titik kejanggalan atau dasar dari skripsi maupun tugas. Tentu, karena masih tergolong awam dalam observasi maka perlu melakukan berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun, tidak seperti Sherlock Holmes yang kita lihat di TV.
2. Tenaga Ahli
Lagi-lagi ini bukan semua tenaga ahli, karena jika kita melihat ini dari segi profesi atau pekerjaan maka "tenaga ahli" ini akan memburam, bercampur dengan orang yang hanya paham pekerjaannya saja. Kita ambil contoh paling sederhana, anak Pramuka / PMR. Jika mereka benar-benar sadar akan apa yang mereka pelajari maka, untuk sekilas saja anak Pramuka bisa tahu jika itu simpul mati atau bukan dan bagi PMR sekilas lihat saja mereka bisa tahu luka apa itu!?
Tentu itu terbatas dibidang mereka. Kenapa? tentu saja karena mereka hanya mempelajari PMR/ Pramuka atau bidang tertentu saja!!!
3.Pegiat Sosial
Bagi kalian yang berkecimpung didalam dunia organisasi, kalian pasti menemui orang yang tiba-tiba tahu akan posisi kalian/ tiba-tiba akrab dengan kalian. (politik? bukan itu masalahnya bodoh!!)
Yang jadi pokok permasalahan disini adalah "kenapa" dan "bagaimana bisa" orang tersebut tahu dan membantu kita.
Jika kalian menonton serial Sherlock Holmes yang ada di BBC kalian tahu kalau jawabannya adalah "Jaringan".
Tentu, dengan berjejaring dengan seseorang kita bisa mengetahui orang lain. Contoh paling umum, jika kalian punya rahasia dan hanya menceritakan hal tersebut pada orang yang kalian percaya dan ternyata orang yang kalian percaya adalah saudara atau teman penulis. Tentu hanya dengan modal ini penulis bisa tahu kebiasaan kalian.
Mungkin cukup sampai disini saja penjelasannya karena penulis merasa ini sudah merangkap semua kemungkinan menjadi tiga diatas. Dan tentu, sebagai kesimpulan, siapa saja bisa menjadi Sherlock Holmes.
Kita ambil contoh lagi, adalah guru penulis sendiri yang bisa mengetahui keadaan penulis (kegiataan sehari-hari dan sebagainya). Sihir? BUKAN
1. Jejaring atau kenalan
Orang adalah salah satu media penghubung antara satu dan yang lainnya, terutama dijawa karena membudayanya sistem "getok tular"
2. Media Sosial /Internet
Medsos adalah pisau bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik, tentu banyak manfaat. Hal sebaliknya juga bisa terjadi. (Stalker/ Penguntit Online)
NB: Ini adalah salah satu alat yang sering penulis gunakan juga
3. Psikologi (Bisa juga bidang lain seperti sosiologi atau filsafat)
Keunggulan dari guru penulis, beliau adalah seorang psikolog... Sungguh menyebalkan bukan ketika apa yang sering kalian lakukan dapat diketahui oleh mereka, ini mirip dengan ditelanjangi. Kenapa ? Salah satu alasannya adalah karena didalam psikologi ada yang dinamakan behavioristik. Jika kalian beranggapan, kalian bisa mengerti ciri/ sifat berdasarkan cara tidur di postingan, tentu bisa tapi itu masih kurang spesifik. Penulis sendiri sempat membaca buku berjudul "perbedaan wajah dan ekspresi lintas budaya" setebal 200 halaman.
Kalian bisa menjadi Sherlock Holmes dengan cara nomor 2 (Tenaga Ahli) mengingat itu yang paling mudah.
Kalian semakin bingung?
Itu juga yang dialami penulis ketika selesai membaca buku setebal 200 halaman.
